Durian Lokal Bangka Setara Penang Malaysia

Setelah Cumasi, Super Tembaga dan jenis durian lokal lainnya, kembali ditemukan durian lokal yang rasanya seperti durian Musang King.

Editor: Rusmiadi
tangkapan layar YouTube durian Traveler
Durian Bangka, Tupai Chong yang rasanya seperti durian Musang King 

BANGKAPOSTRAVEL.COM -- Setelah Cumasi, Super Tembaga dan jenis durian lokal lainnya. Kembali ditemukan durian lokal yang rasanya seperti durian Musang King.

Hal ini diakui oleh sejumlah penikmat durian yang tergabung dalam komunitas durian traveler.

Seperti dilansir dari akun YouTube Durian Traveler yang dikelola oleh mas Sigit Cs.

//

di Bangka khususnya di Parit 4 Bangka Barat, Sigit Cs menemukan durian lokal yang rasanya 90 persen persis durian Musang King

Uniknya lagi pohon durian yang mirip rasa Musang king ini, ternyata memiliki dua rasa dalam satu pohon. 

" Ini sebenarnya dua rasa, sebelahnya  buahnya hanya manis saja, ngak ada pahitnya. kalau sebelahnya ada pahitnya," kata pemilik durian Achong.

" Tupai Chong, warnanya cantik, warnanya kering loh. Luar biasa, rasanya, aduh pegang-peganag dong, luar biasa," ujar Sigit.

masih krimy lembut tapi lengket dan pahitnya Uhh dan warnaya cantik.

" Warnanya krimmynya, keriputnya sempurna bagus banget. ini pengalaman saya dapet, sensasinya ngak ada lawan," kata Indra durian traveler lainnya.

" Itu Firman (durian tarveler asal Bangka) dapat yang kempet tuh," tunjuk Sigit.

" Iya tebal bisa 2 centi nih ketebalannya.," ujar Firman 

" Ini benar-benar quality Bangka, rasanya benar identik Musang King. 90 persen mirip Musang King," timpal Ahmad Durian Tarveler asal Kendiri.

Diakui sigit lidah Ahmad ini memang agak susah, dan sangat pemilih soal rasa durian.

" Iya beliau ini susah, kita bilang enak, dia bilang ngak enak. Ini tumben dia bilang enak.

" Ini musang King Bangka bro,' ucap Ahmad.

Menurut Achong sang pemilik durian yang dimilikinya biasanya dikirim ke Jakarta, tetapi juga dijual di Bangka.

" Karena pohonnya masih satu, dan sedikit maka buahnya dibagi-bagi. kalau sudah bagi sama yang lain, tergantung rezekinya," ucap Achong.

" Ini uniknya beliau ada kisahnya, beliau ini jual durian tidak mencari untung. Ongkos pengiriman beliau yang tanggung. Makanya beliau kalau sudah kirim sekali ke orang itu, maka selanjutnya tidak akan dikirim lagi, katanya biar semua bisa merasakan," jelas Indra Bodong.

Untuk melestarikan durian tupaichong ini, Pemilik durian sudah mulai membudidayakan atau memperbayak bibit dari pohon indukannya.

" Sekarang kita tenang ternyata sudah diperbanyak ini nih petani di Bangka, kita aman sebab duriannya enak sekali," ucap Sigit.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved