Suara Jam Gede dan Lampu Jain Letter Menyemarakkan Kawasan Tugu Satam Belitung

Dulu, setiap 60 menit Jam Gede tersebut mengeluarkan suara 'tengtong' serta suara sirine di pukul 11.00 WIB dan pukul 16.00 WIB

Editor: Rusmiadi
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Lampu Jain Letter berbentuk tulisan Jam Gede, Rabu (1/1) terpasang di Bundara Satam Kota Tanjungpandan. 

BANGKAPOSTRAVEL.COM - Sekarang ini tempat untuk selfie atau berfoto, semakin lengkap di area Bundaran Satam Pusat Kota Tanjungpandan, Belitung.

Lampu Jain Letter berukuran besar, warna putih dan hijau sudah terpasang dibagian depan Jam Gede.

Tulisan Lampu Jain Letter tersebut adalah Jam Gede.

//

Ini tentu menambah suasana baru diseputaran Boulevard Simpang Lima Tanjungpandan (BSLT).

Lokasi itu, beberapa hari belakangan ini sudah dipergunakan oleh masyarakat untuk berfoto.

Background foto tersebut, Jam Gede dengan gedung warna putih eks PT Timah Tbk.

Diseputaran area lampu Jain Letter ini, sudah dilengkapi dengan taman kecil dan dua kursi yang tepat berada dibagian sisi kanan serta kiri lampu besar tersebut.

Kursi besi warna hitam itu, bisa dipergunakan untuk duduk santai atau hanya sekedar pelengkap berfoto.

Apabila malam hari, lampu Jain Letter tersebut sangat terang sekali, sebagai pelengkap suasana malam serta menambah penerangan pusat Kota Tanjungpandan, yang sekarang ini sudah dijadikan sebagai objek wisata.

Namun, ada perihal yang lain di bagian area ini. Dulu, setiap 60 menit Jam Gede tersebut mengeluarkan suara 'tengtong' serta suara sirine di pukul 11.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sebagai tanda karyawan PT Timah Tbk, pulang dan istirahat bekerja.

Suara tersebut, sejak beberapa tahun belakang sudah menghilang dan Jam Gede tersebut hanya sekedar Jam untuk melihat waktu.

Tapi sekarang ini, suara sirine tersebut kembali ada, untuk melengkapi Jam Gede ini. Namun tidak seperti dulu fungsi nya.

Lampu Jain Letter berbentuk tulisan Jam Gede, selasa (31/12/2019) terpasang di Bundara Satam Kota Tanjungpandan.
Lampu Jain Letter berbentuk tulisan Jam Gede, selasa (31/12/2019) terpasang di Bundara Satam Kota Tanjungpandan. (Pos Belitung/Disa Aryandi)

Suara sirine ini, dikeluarkan dari empat speaker dan letak speaker tersebut tepat berada di bagian belakang lampu Jain Letter.

Speaker yang mengeluarkan sirine tersebut, mengarah ke empat penjuru mata angin, serta berada dibagian ketinggian sekitar 5 meter.

Untuk suara sirine ini, hanya keluar pada waktu - waktu tertentu saja dan tidak memiliki fungsi seperti zaman PT Timah Tbk.

Adanya Lampu Jain Letter tersebut, tentu sebagai bentuk menambah keindahan Kota Tanjungpandan setelah adanya Tugu Batu Satam.

"Jam gede itu memang simbol kejayaan PT Timah, dan kami ingin mengangkat itu kembali karena memiliki nilai sejarah, dan sejarah harus bersandingan dengan pariwisata," kata Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Pos Belitung, selasa (31/12).

Ada monumen Apitule, KV Senang, Batu Satam dan taman kota dengan bagian tengah terdapat lambang Pemerintah Kabupaten Belitung serta Jam Gede, sekarang ini membuat pusat Kota Tanjungpandan semakin lengkap dengan suasana baru.

"Ini semua kami berbenah, untuk pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Belitung. Agar setiap wisatawan ke Belitung, sudah pasti ke pusat Kota ini, jadi mereka banyak pilihan untuk berfoto, apalagi sekarang zaman selfie," ujarnya.

Orang nomor satu di Belitung itu, kini sudah melakukan peresmian terhadap lampu Jain Letter tersebut saat malam pergantian tahun kemarin.

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved