Pindang Udang Satang Jadi Menu Kesukaan Warga di Bangka, Begini Cara Memasaknya

Pindang udang satang atau udang galah menjadi menu kesukaan warga masyarakat di Pulau Bangka

Editor: Rusmiadi
bangkapos.com/Edwardi
Masakan Pindang Udang Galah khas dari Pulau Bangka 

BANGKAPOSTRAVEL.COM - Masakan dari Udang Galah atau Udang Satang sejak dahulu kala sehingga saat ini merupakan salah satu menu favorit karena banyak disukai masyarakat di Pulau Bangka.

Salah satu cara memasak atau mengolah Udang Galah yang banyak dilakukan masyarakat yakni menu masakan pindang Udang Galah.

Tri, ibu rumah tangga warga Sungailiat Kabupaten Bangka mengungkapkan bumbu bumbu dan cara memasak menu masakan pindang Udang Galah, berikut ini bahan dan tata cara memasaknya.

//

Bahan dan bumbu bumbu:

1.0,5 kg Udang Galah
2.5 siung bawang merah
3.3 siung bawang putih
4.4 butir cabe rawit
5. 2 cm kunyit
6.Garam secukupnya
7.Air secukupnya
8.Belacan secukupnya
9.Laos secukupnya
10.Kecap manis (sedikit)
11.Penyedap rasa secukupnya
12.Asam jawa secukupnya

Catatan:
Semua bumbu kasar diiris halus.

Cara memasaknya:
1.Udang Galah dibersihkan 2.Bumbu yang telah dihaluskan dimasukan bersama air kedalam air dan dimasak hingga mendidih
3.Setelah mendidih, udang dimasukan ke dalam panci
4.Tambahkan bumbu penyerta lainnya seperti garam, kecap, asam Jawa, dan penyedap rasa.
5.Tunggu sampai bumbu meresap.
6.Pindang Udang Galah siap dihidangkan.

========= Berburu Udang Galah

Bagi masyarakat Pulau Bangka saat ini sudah sangat sulit atau langka untuk mendapatkan Udang Galah atau Udang Satang sebagai lauk pauk sehari-hari

Meskipun kadang ada dijual di pasar namun harganya cukup mahal berkisar Rp 120.000 - Rp 150.000 per kg.

Udang Galah umumnya hidup di sungai-sungai air payau, salah satu sungai yang masih ada habitat Udang Galah, yakni Sungai Kota Waringin Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

//

Sungai Kota Waringin ini berada di pinggiran Desa Kota Waringin (KTW) dimana warna air sungai tampak coklat kehitaman. Bila air laut sedang surut, rasa air sungai tawar, namun bila air laut sedang pasang maka rasa air sungai agak asin.

Jarak tempuh dari Kota Sungailiat, ibukota Kabupaten Bangka ke Desa Kota Waringin (KTW) sekitar 46,3 km melewati jalan aspal yang mulus hingga ke lokasi.

Udang Satang asal Sungai Kota Waringin.
Udang Satang asal Sungai Kota Waringin. ((Bangkapos.com/Edwardi))

Bujang, warga Desa Kota Waringin (KTW) mengatakan, di dalam sungai Kota Waringin hasil tangkapan nelayan kebanyakan Udang Galah atau Udang Satang, selain itu juga ada ikan Sembilang, Mayong, Sebangun, dan lainnya

"Ciri khas rasa Udang Galah dari sungai Kota Waringin ini adalah rasanya manis dan gurih karena Udang Galah disini suka memakan buah Kedadap atau sejenis buah pohon bakau yang banyak tumbuh disepanjang sungai. Rasa buah Kedadap ini asam namun sangat disukai Udang Galah dan menjadi makanan alaminya mungkin hal inilah yang menyebabkan rasa Udang Galah rasanya manis dan gurih berbeda dengan sungai lainnya," kata Bujang ketika ditemui Bangkapos.com, Minggu (25/12/19).

Pada saat musim kemarau yang lalu keberadaan Udang Galah disini ini menurun atau sedikit karena air laut banyak masuk kedalam sungai sehingga rasa air sungai menjadi asin.

"Kemungkinan Udang Galah saat air sungai terasa asin bersembunyi kedalam hutan bakau atau di sela sela pohon Kedadap sehingga sulit ditangkap nelayan," jelas Bujang

Menurutnya, saat ini pun keberadaan Udang Galah masih jarang atau sedikit sehingga hasil tangkapan nelayan menjadi sedikit, akibatnya harga Udang Galah disini juga naik.

"Harga Udang Galah saat ini ditingkat nelayan Rp 80.000 per kg, sedangkan harga ditingkat pedagang pengepul Rp 100.000 per kg, bila membeli dipasar harganya mencapai Rp 120.000 per kg," ungkap Bujang.

Suasana Sungai Kota Waringin.
Suasana Sungai Kota Waringin. (Bangkapos.com/Edwardi)

Rozie warga Sungailiat, mengaku sengaja datang ke Desa Kota Waringin untuk membeli Udang Galah asal sungai Kota Waringin ini karena rasa udangnya lebih manis dan gurih serta memiliki cita rasa yang berbeda dari Udang Galah asal sungai lainnya.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved