3 Festival Makanan Populer di Dunia, Ada Bau Nyale hingga Kompetisi Makan Tiram

Berikut TribunTravel.com telah merangkum tiga festival makanan tahunan yang populer di dunia dari laman Atlas Obscura.

Flickr
Whitstable Oyster Festival 

TRIBUNTRAVEL.COM - Makanan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi hampir semua destinasi liburan.

Wisatawan akan merasa tertantang sekaligus penasaran dengan sajian kuliner khas dari kota yang mereka datangi.

Apalagi jika ada festival yang didedikasikan untuk makanan.

Tentu ini menambah daya tarik bagi wisatawan.

Di berbagai kota di seluruh penjuru dunia, ada festival makanan yang diadakan setiap tahunnya, tak terkecuali pada tahun 2019.

Berikut TribunTravel.com telah merangkum tiga festival makanan tahunan yang populer di dunia dari laman Atlas Obscura.

1. Bau Nyale

Bau Nyale
Bau Nyale (topindonesiaholidays.com)

Bau Nyale merupakan tradisi menangkap cacing di tepi laut yang diadakan oleh suku Sasak di Lombok Indonesia.

Tradisi ini berasal dari kisah legenda seorang putri yang sangat cantik, sampai-sampai banyak pangeran dari seluruh negeri melamarnya.

Namun, persaingan sengit mengobarkan kepahitan, dan sang putri, yang putus asa melihat orang-orangnya bertempur, menceburkan dirinya ke laut.

Ketika penduduk desa mengarungi air untuk mencari sang putri, yang bisa mereka temukan hanyalah ribuan cacing laut.

Konon, cacing-cacing laut tersebut merupakan jelmaan sang putri.

Diyakini, memakan cacing laut pada tradisi Bau Nyale dapat membawa kecantikan, kemakmuran, dan kesuburan.

Tradisi Bau Nyale tak hanya diwarnai oleh adat budaya masyarakat setempat, tetapi juga menjadi ajang mencari jodoh.

Biasanya, tradisi Bau Nyale diadakan setiap Februari saat Bulan purnama.

2. Arches of Bread Festival

Arches of Bread Festival
Arches of Bread Festival (atlasobscura.com)

Paskah merupakan satu momen liburan terpenting di Italia dan banyak kota di seluruh negeri yang merayakannya dengan berbagai festival.

Satu dari festival tersebut adalah Arches of Bread Festival yang juga dikenal dengan nama Easter Arches di San Biagio Platani, Sisilia, Italia.

Setiap tahun menjelang paskah, penduduk kota membentuk beberapa tim untuk membangun struktur lengkungan (arch) besar yang terbuat dari rempah-rempah, kacang-kacangan, dan roti.

Tradisi arsitektur makanan yang unik ini sudah ada sejak zaman feodal, ketika orang-orang Sisilia menyambut penguasa yang datang berkunjung dengan membangun lengkungan yang terbuat dari marmer dan bebatuan berharga lainnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved